Skenariota

Allah pasti tahu yang terbaik untuk anda. Untuk kita semua. Kita sebenarnya ada dalam skenario besar milik Alah (seengganya gw rasa begitu) dan skenarionya sedang berjalan. Nah, masalahnya adalah, pantaskah buat kita untuk mendapat peran yang kita inginkan?

Mungkin ga semua dari kita dapet peran manis, ya tapi kaya di entri gw sebelumnya, pencapaian berbanding lurus dengan usaha. Buat yang usahanya minim (ya seharusnya) pencapaiannya juga minim. Kecuali kalo berlaku istilah "money talks louder". Tapi pernah denger ga sih? Orang pinter kalah sama orang cerdas, orang cerdas kalah sama orang rajin, orang rajin kalah sama orang hoki, orang hoki kalah sama orang licik. Yah w-h-a-t-e-v-e-r lah. Udah ga terlalu mikirin lagi gw. Yang penting berusaha sebaik yang gw bisa, mencari jaringan dan koneksi untuk masa depan.

Orang yang menyepelekan teman di masa mudanya tuh katanya bakal nyari nyari temen di masa tuanya. Nah katanya sih begitu. Tapi buat gw beberapa orang yang setia cukup daripada punya ribuan temen yang sekedar datang dan pergi. Di UI nanti gw harus jadi makhluk sosial :)

Pendewasaan diri adalah perlu, dan pendewasaan diri selalu butuh proses. Banyak orang yang mencari cari jati dirinya, padahal menurut gw jati diri itu datang dengan sendirinya. Siapa kita, ditentukan oleh pilihan kita. Apa yang membuat seorang manusia menjadi manusia adalah pilihan yang dipilihnya. Ada pilihan yang baik, dan ada pilihan yang buruk. Dan menjadi dewasa adalah bertanggung jawab dengan pilihan yang kita pilih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)