closer look tentang jadian

lanjutan entri tentang cinta. Hahaha.

Kalo ga salah mentok di munculnya para homo jika pengorbanan untuk mendapatkan cinta harus sama dengan pengorbanan belalang sembah ya. Dilanjutin deh.

For me, actually, untuk menunjukkan rasa sayang harusnya lebih dari sekedar perhatian dan sms sms mesra. Sungguh terlalu, betapa mudahnya wanita kepincut sama sms macem 'lagi apa?' atau 'udah makan belum?' atau 'selamat malam' yang dikirimkan secara intens tiap hari. Dengan kondisi sekarang ini, siapa aja bisa jadian dengan cewe cantik (apalagi kalo ditambah mobil + hape paling oke) dan implikasinya adalah harus smsan setiap hari.

Masih ada ga ya gaya pacaran oldschool kaya jaman ortu kita dulu sebelum ada hp? Ngeboncengin pake vespa butut, ngasih bunga yang dipungut dari mana aja, curi curi waktu telpon karena bokap galak, lirik lirik, curi curi senyum, frozen time, jalan kaki menyusuri danau. Haha soswit gila.

Yang ada sekarang mah minimal punya motor karena kalo diajak jalan kaki cewenya ngambek, jalan harus makan, telpon bisa kapan aja, mau liat muka tinggal webcaman, dan lain lain.

Zaman menuntut segala kemudahan dalam berbagai hal, sehingga banyak hal yang semestinya indah jadi terlewatkan. Tiap orang berbicara tentang manfaat dan guna, banyak hal yang miss dari hakiki hidup yang alami, semua orang jadi kaya robot (menurut temen gua, tapi ada benernya juga) yang terprogram. Akan sulit ditemui orang yang jalan jalan ya sekedar jalan jalan. Take a walk. Orang ga akan melakukan sesuatu kalo ga ada materi dan nilai riil yang didapat. Orang sudah mengabaikan segala sesuatu yang indah dan imajiner. Percuma kalian punya tuhan. Hahaha

Pendapat beberapa temen gua soal cinta

Danang : cinta itu buta. cinta itu anaknya uya kuya
Novan  : cinta itu indah pada waktunya
Ncek : Cinta itu temennya jojo
Mile : Laura

mampus temen gua ga ada yang bener.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)