dukunganku terhadap kalian, wahai intelek muda

terharu deh kalo liat mahasiswa lagi demo. Mata terasa panas, jantung ikut deg degan, tangan lemes pegang remote dan perasaan wah lain. Kali ini pribadi gua sebagai "idealis pemimpi" terbukti. Agak miris juga sih, temen gua yang dari IPB, UNNAS, UIN, ITB pada berjuang dan gua cuma memantau pergerakan dari facebook dan tv sementara gua nonton dan cenderung tidak ingin ambil bagian.

Mahasiswa dan para idealis muda memperjuangkan hak rakyat dan berbagai hal lain--yang intinya memihak kepada rakyat miskin-- dengan semangat juang yang membara, meski sebenernya gua nilai mereka terpecundangi keadaan dan perjuangan, orasi, keringat dan tenaga mereka hari ini adalah sia sia.

Hari ini tanggal 20 oktober 2010, dan mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia serentak melakukan demonstrasi menuntut keadilan. Mereka menilai pemerintahan SBY setahun ini gagal dan hanya jadi ajang tebar pesona. Berikut alasan mereka melakukan pergerakan ini :
1. Pengangguran terus meningkat jumlahnya karena pemerintah tidak maksimal membuka lapangan kerja
2. Penggusuran rumah dan tempat usaha mencari nafkah rakyat
3. Kualitas kesehatan rakyat yang tidak mengalami perbaikan
4. Tidak mampu memberi perlindungan hak-hak para buruh/pekerja
5. Komodifikasi pendidikan membuat rakyat semakin sulit mendapatkan akses yang membuat akrab dengan kebodohan
6. Industri-industri kecil milik rakyat kian terpuruk
7. Privatisasi aset-aset negara (BUMN) dan sektor vital lainnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak oleh pemodal asing
8. Gagal menjaga keamanan nasional dari gangguan-gangguan terorisme dan kekerasan
9. Hukum dan aparaturnya tidak berpihak pada rakyat
10. Rakyat miskin tetap miskin dan terus bertambah jumlahnya akibat kebijakan yang tidak pernah berpihak pada rakyat


-Forum Mahasiswa Lintas Kampus (FMLK)-
Namun pergerakan ini tampaknya hanya akan menjadi sentilan, dan bukan cambuk untuk pemerintah dewasa ini. Apa yang perlu dirombak? Sangat banyak kayanya -__-. Masalah di negri ini sudah terlampau kompleks dan jadi lingkaran setan kusut sehingga semakin lama akan semakin sulit dibenahi jika didiamkan.

For example, pendidikan : Pendidikan masih sangat mahal untuk rakyat. Penyaluran dan transparansi dana bos masih kurang maksimal, banyak terjadi penggelapan (baca : korupsi oleh pihak penyalur) dan dana dana fiksi yang tidak jelas arahnya. Memang tidak di semua tempat terjadi seperti itu, hal ini cenderung terjadi di daerah yang masih minim kaum terpelajar dan belum tahu menahu soal transparansi dana bos.

2nd case : Dana plesiran pejabat yang nilainya sangat WOW. seandainya secara bersih dana itu digunakan untuk membangun infrastruktur, sekolah, lapangan kerja dan industri, tentu hal ini akan membawa bangsa kita ke tahap selanjutnya untuk bangkit. Sayangnya media hanya beberapa hari membahas soal ini dan segera tertutupi oleh berita yang lebih hot.

3rd case : kemana larinya kasus CENTURY? Ada yang masih mikirin ga? Atau kita hanya bisa mencibirkan kasus century karena kita seperti ikan di dalam akuarium yang telah dicat?

4th case : Aspek sosial masyarakat Indonesia belakangan ini yang erat dengan kekerasan. Sebenarnya sudah sejak lama bangsa ini erat dengan kekerasan, terutama sejak melesatnya kebutuhan dan persaingan akan urusan perut. logistik mengalahkan logika

Dan masih banyak lagi sebenernya mah kalo mau ditelusuri, dan semua ada lingkaran setannya. Sial abis kan? Okelah daritadi gua belum bahas soal lingkaran setan yang kaya apa dan kenapa gua terus menerus bilang lingkaran setan. nanti aja mungkin ya, sekalian gua buat alur lingkaran setan.

---------

Kembali ke topik, perjuangan mahasiswa kali ini belum menjadi perjuangan rakyat. Tidak semua rakyat mendukung aksi mahasiswa kali ini. Rakyat telah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah dan tidak lagi menaruh perhatian banyak terhadap polemik politik (inilah kenapa angka golput makin tinggi).

Hei kawan yang berjuang disana. Perjuangkan rakyat tanpa merugikan rakyat. Menjadi orang yang berguna untuk bangsa bisa dilakukan tanpa harus turun ke jalan. Jadilah kaum intelek yang berjasa untuk bangsa, pertahankan idealisme kalian dan perjuangkan itu. Jangan berlaga jadi pahlawan kalau setelah lulus kalian hanya memikirkan perut. Ingat, dibelakang jargon HIDUP MAHASISWA, masih ada HIDUP RAKYAT INDONESIA. Bantu rakyat bangkit dari keterpurukan, lebih dari sekedar orasi atau narasi seperti yang gua tulis sekarang ini. Lakukan lebih kalau memang mampu, jangan hanya mampu berkomentar seperti burung beo tapi tidak mampu berbuat apa apa. Mulailah dari hal yang sederhana, mulailah dari diri sendiri.

Mulailah dari diri sendiri.

Komentar

Pos populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)