kaya kisahnya arken

Manusia tuh terlalu kompleks dan gabisa ditebak ya, kita ga akan pernah tau apa yang bener bener seseorang inginkan. Jangankan orang lain, diri sendiri aja belum tentu paham siapa si diri sendiri itu dan apa yang dia mau. Ga kaya komputer yang opsinya cuma ya/tidak, benar/salah. Gua rasa saat manusia diberi pilihan, bukan cuma ya dan tidak yang ada di pikiran dia. Ada ratusan hal yang muter di otak, ratusan juta neuron yang saling bersinggungan dan melakukan reaksi kimia buat memutuskan sebuah pilihan. Bukan sekedar ya/tidak, otak manusia terlalu kompleks.

Ada yang bilang yang kompleks itu perasaan, padahal perasaan pun sebenernya adanya di otak, hasil kerja dari daerah tertentu yang bisa dipengaruhi dengan berbagai zat. Amfetamin, lsd atau sejenisnya. Perasaan bisa dikendalikan. Pesumo jepang mengendalikan perasaannya agar mereka tidak merasakan sakitnya dibanting, ditinju dan di hantam. Tapi gua belum pernah tau ada orang (temen gua maksudnya) yang bisa mengendalikan perasaannya. Orang bisa aja tampil ceria dan menyimpan kebencian di pikirannya. Who knows?

Sekarang otak gua blank -___- lagi ga ada semangat. dan sempat terpikir "apakah gua cabut UTS aja?" dan kalo gua melakukan pasti gua bakal ngebuang jutaan rupiah bokap gua, menghancurkan keterharuan mbah gua, rasa bangga ortu gua, dan yang terpuaskan cuma ego gua. So gua memutuskan untuk tidak cabut dan menghadapi UTS dengan lapang dada.

Sori acak-acakan. Entrinya kaya rambut gua deh, acak acakan hahaha
Waiting for 1000th reader.

Komentar

heylunaa :) mengatakan…
jadi intinya? -___-
-anwar- mengatakan…
entahlah hahahahaha dibilang acak acakan juga -__-

Pos populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)