Satu hari yang akan dirasakan semua orang

Dedicated to my famz, dan seseorang yang telah kuberjanji kepadanya.

Kadang kadang orang melakukan sesuatu yang konyol cuma buat memuaskan ego dan tidak menyelesaikan masalah (kata kata yang gua kutip dari seorang teman). Mungkin masalah ga akan serta merta selesai, tapi sennganya akan memberikan kita kelegaan untuk berpikir, keberanian untuk menghadapi masalah. Bukankah itu penting? karena dalam kondisi tertekan, mungkin kita ga akan membuat masalah beres, tapi bisa jadi memperparah keadaan..

Saat nulis ini gua lagi tertekan karena sesuatu dan lain hal, banyak hal yang muter muter di pikiran gua dan makin gua pikirin rasanya makin cepet muternya, mungkin stress tuh kaya gitu kali ya. Tapi walau bagaimanapun, kopi itu obat stress yang baik. Ngopi ga menyelesaikan masalah, tapi ngasih tambahan waktu buat memikirkan apa yang harus dilakukan. Menunda masalah bukan berarti baik, tapi dengan kondisi tertekan pun masalah ga akan semakin beres yang ada makin runyam.

Mungkin dengan kondisi gua yang sekarang ini, kata kata "yaudalah~" lagi ga bisa dipake, dan yang paling tepat itu "terimalah dan hadapilah". Yaudalah itu bukan berarti membuang masalah, tapi mengikhlaskan yang terjadi, sedangkan terima dan hadapi itu cara yang paling gampang untuk mencari jalan keluar dari suatu masalah. Dalam dunia militer, ada istilah "offence is the best defence", dan dalam dunia ilmu beladiri "cara paling mudah untuk melawan rasa sakit adalah dengan menerimanya". Sayangnya istilah istilah tersebut cuma berlaku pada situasi yang membutuhkan istilah tersebut -____-

Sebetulnya dalam setiap masalah itu ada lingkaran setannya, dan gua rasa itu ga sembarangan, terbuat dari rantai baja. Nah untuk menyelesaikannya, rantai tersebut mesti diancurin dulu. Kecepatan penghancuran tergantung siapa yang memiliki ego lebih lunak dan bisa melihat suatu keadaan secara menyeluruh. Kalo semua memiliki kadar ego yang sama, alangkah busuknya suatu perkara dan hal itu sangatlah brengsek. So, di saat kaya gini penengah diperlukan dan harus merupakan orang yang objektif, bukan subjektif.

Gua harus percaya kalo hidup itu indah, dan masalah itu bumbu kehidupan. Semakin banyak menemukan masalah, semakin mudah untuk kita menghadapi masalah yang lain (walau sebenarnya terkadang gua kebanyakan mengulur waktu untuk berpikir).Orang yang ga pernah menghadapi masalah tentu akan takut menemui masalah, sama kaya orang yang gapernah liat setan bakalan takut sama yang namanya setan, orang yang gapernah jatuh bakalan takut banget jatuh. Sukses itu bukan sekali coba dan berhasil, tapi jatuh dan bangkit.Masalah itu bagian dari pendewasaan, konflik batin dan sebagainya adalah hal yang mutlak perlu dihadapi.

Akan datang hari dalam setiap manusia dimana dia tidak dapat merasakan apa-apa, bahkan untuk berpikir jernih pun akan terasa sulit. Hari dimana segala sesuatu seperti telah mengutuk anda, keadaan memaksa kepala anda untuk berputar dan meledak. Tidak ada tempat untuk berpijak apalagi bersandar, anda hanya bisa mengambang. Langit secerah apapun akan terasa kelam, dunia berputar lebih lambat, orang-orang berbicara dalam bahasa yang sulit dimengerti.

Untungnya hari seperti ini tidak datang setiap hari.

Komentar

blankminded mengatakan…
bener banget.
1) gua lagi stres berat dan yang elu bilang adalah exactly yang gua rasakan
2) pendapat gua soal kopi itu sama ahahaha
-anwar- mengatakan…
hahaha kalo gitu toss

Pos populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)