Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

turun aksi turun

Agaknya kecaman massa terhadap setiap aksi mahasiswa benar adanya. Melihat aksi yang terakhir--yaitu pada kedatangan Obama ke Indonesia-- gua menilai kalau mahasiswa semakin kehilangan orientasi dan tujuan mereka untuk melakukan aksi. Tampaknya aksi yang mereka lakukan tidak didasarkan kepada idealisme yang mereka gembar gemborkan dengan sangat WAH itu. Mereja cuma sekedar ikut ikutan dan berharap bisa dinilai keren atas tindakannya (perlu gua tekankan kalo ga semuanya kaya gini) dan itu sangat disgusting, at least for me. Demo kok bawa bawa kamera SLR sambil belajar fotografi? Demo apa gaya?

Mahasiswa, khususnya UI, jadi sangat cengeng dimata gua. Sebentar sebentar aksi, sebentar sebentar demo. Maunya apa? Toh rakyat ga sepenuhnya mendukung kalian dan aksi kalian belum tentu akan didengar pemerintah. Kalo mau suara kalian masuk tv ya silakan berteriak sambil telanjang, gausah mengacaukan ekonomi masyarakat dengan ngeblok jalan, bikin macet. Aksi yang kalian justru merugikan rakyat ka…

feuergefahrlich

Setelah bergulat dengan berbagai konflik beberapa minggu belakangan ini, tampaknya gua emang bener bener sedang ditempa untuk menghadapi masalah yang kemungkinan sama atau jauh lebih besar beberapa tahun yang akan datang. Fine no problemo. Kita akan lihat seperti apa itu hahahaha

Masalah, masalah, masalah, masalah. Tampaknya ga ada hal lain yang bisa kita temui selain masalah, mau kecil atau besar atau ga terasa ya setiap individu yang hidup sebenernya bakal ketemu masalah sepanjang hidupnya? bahkan sampai matipun kita bakal ketemu masalah. Selama otak kita masih bisa dipake mikir ya kita bakal terus ketemu masalah. Mau menghindar gimana juga ya kita bakal ketemu masalah, itu udah pasti dan ga bisa dipungkiri. Hari ini mau pake baju apa, odol ada dimana, dan tektek bengek yang lain ya itu semua masalah. Hahahaha cuma bedanya mungkin di intensitas penggunaan otak dan feel apa yanng dilibatkan kali ya.

Aku berpikir maka aku hidup (gua lupa ini kata kata siapa)

Dan kayanya belakangan ini …

aku dan kopi

aku bersahabat baik dengan kopi
sebagaimana penjual kopi bersahabat denganku
sayang, kopi tidak sebersahabat itu padaku
aku sangat menikmati segelas kopi
sebagaimana penjual kopi menikmati kehadiranku
sayang, kopi terlalu hitam

aku senang menggunakan repetisi
sebagaimana yang aku tulis sekarang dan yang akan datang
sayang, semua hanya untukku

baca sampe tuntas mendingan

anjing, ka*lil gibr*n sesat!

Entah gua yang kaku atau gua bakal keliatan munafik tapi dengan membaca yang ka*lil gibr*n tulis gua merasa bahwa dia bisa menggambarkan cinta dengan kata kata yang cukup dewa dan oh so sweet membuat semua orang ngiri padahal ga setiap saat ada momen kaya yang dia tulis.

Dari yang gua baca di buku yang baru gua beli, kata kata ka*lil gibr*n banyak menyiratkan suasana yang perfect banget dimana ga ada lagi penghalang terhadap cinta kau dan aku, dan kisah cinta yang kaya gitu ga bisa diumbar karena harus ditemukan sendiri pasca ijab kabul. Cinta yang digambarkan ka*lil gibr*n terlalu buta, lebih karena ego dan bukan karena Allah. (plis jangan bilang munafik karena gua pun tau fiqh)

ga bisa cinta buta itu, ga bisa. Ga boleh itu. Jika cinta itu buta kita akan tersesat, saling cari dalam gelap. Jadi emo banget kalo gitu. Jadi sangat lemah (setelah gua tau filosofi emo gua cuma seneng fuckingdress nya doang). Yeah, ka*lil gibr*n is oh-so-fucked-emo terselubung.…

angry? sorry

To the point aja deh. Menurut pengamatan gua, ada 4 karakter cara manusia marah dan memaafkan.
Disini gua bagi dua dulu; mudah memaafkan dan sulit memaafkan. Dari dua jenis diatas tentu kita tau mana yang lebih menyenangkan. Dan ada dua jenis marah secara umum, meski lebih bersifat relatif; mudah marah dan sulit marah.


Jadi, menurut gua ada 4 tingkatan.
sulit marah, mudah memaafkanmudah marah, mudah memaafkansulit marah, sulit memaafkanmudah marah, sulit memaafkan dan karena mood tiba tiba hilang jadi seperti biasa nanti gua edit lagi kalo gua pengen

Susan Polis

okay dalam keadaan pegal pegal gua berniat untuk menulis 2 entri malem ini (niatnya mah hahahha) sekalian nungguin copyan CD yang tadi gua pinjem, judulnya little manhattan (melihat kebiasaan belanja dan bacaan gua akhir akhir ini, gua kaya orang kebanyakan duit lagi jatuh cinta deh -_____-)

Di entri pertama gua berniat mau nulis tentang camping yang baru aja gua lakukan kemarin sampai hari ini. Gua bilang sih camping sekarang : asal dan seenak jidat. Kurang terasa apa itu yang disebut kebersamaan karena pada akhirnya toh tercipta kubu kubu yang oh-so-fucking-annoying at least for me karena mungkin cuma gua yang memperhatikan hal ini.
Tetua kumpul sama para tetua dan junior adalah makhluk yang dibego-begoin. Implikasi jangka panjangnya adalah para junior sekarang nanti akan bersikap seperti yang kita lakukan kepada bawahannya,Orang orang "dekat" berkumpul dengan orang orang dekat dan orang orang "baru" yang tidak mampu beradaptasi atau orang orang "malesin"…

yang penting ngepost

ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, 
kita bergabung dengannya dan terjun kedalam suatu keanehan 
yang disebut cinta

Kata kata diatas gua kutip dari bukunya kahlil gibran, so swit gila hahahaha. Terlalu lebay sih kalo dibilang cinta, soalnya gua berpegang pada pemahaman kalo cinta tuh cuma milik Allah ke hambanya dan orangtua ke anaknya (kata kata ini gua yang bikin tapi entah kenapa tersebar kemana mana dan dipake banyak orang --entah kenapa hahahaha -______-)

Ya sangat disayangkan kalo orang bisa jadian(pacaran) dan menjalin ikatan cuma karena rayuan dan pendekatan secara intens. Seandainya suatu hubungan terjalin karena hal tersebut maka hubugan itu tidak memiiliki dasar yang kuat sebagaimana rumah yang didirikan diatas pasir. Rumah tersebut memiliki kedudukan yang labil dan mudah goyah sehingga mudah hancur bahkan karena ombak, apalagi karena tsunami (haha apasih).

Terlalu muluk sih sebenernya, karena kaya kata Iwan Flas, kisah cinta yang sempurna cu…