turun aksi turun

Agaknya kecaman massa terhadap setiap aksi mahasiswa benar adanya. Melihat aksi yang terakhir--yaitu pada kedatangan Obama ke Indonesia-- gua menilai kalau mahasiswa semakin kehilangan orientasi dan tujuan mereka untuk melakukan aksi. Tampaknya aksi yang mereka lakukan tidak didasarkan kepada idealisme yang mereka gembar gemborkan dengan sangat WAH itu. Mereja cuma sekedar ikut ikutan dan berharap bisa dinilai keren atas tindakannya (perlu gua tekankan kalo ga semuanya kaya gini) dan itu sangat disgusting, at least for me. Demo kok bawa bawa kamera SLR sambil belajar fotografi? Demo apa gaya?

Mahasiswa, khususnya UI, jadi sangat cengeng dimata gua. Sebentar sebentar aksi, sebentar sebentar demo. Maunya apa? Toh rakyat ga sepenuhnya mendukung kalian dan aksi kalian belum tentu akan didengar pemerintah. Kalo mau suara kalian masuk tv ya silakan berteriak sambil telanjang, gausah mengacaukan ekonomi masyarakat dengan ngeblok jalan, bikin macet. Aksi yang kalian justru merugikan rakyat karena rakyat belum tentu akan maklum.

Dan yang lebih menyedihkan lagi, akankah idealisme kalian bertahan sampai setelah kalian lulus? Atau jangan jangan kalian akan menjadi the next corruptor seperti yang dulu kalian perangi? Atau kalian nanti akan sibuk memenuhkan perut dan lupa dengan idealisme kalian beberapa tahun lalu--yang intinya membela rakyat kecil--

Daripada kalian demo, bikin macet, memicu anarkisme yang bukan berasal dari massa yang kalian pimpin, kenapa kalian ga belajar yang bener, buat lapangan kerja baru kalau emang mau membantu rakyat. Biarlah urusan demo demo menegur pemerintah diserahkan kepada massa yang memang sudah didesain untuk itu, bukan kepada kalian wahai intelek muda, pemuda harapan bangsa.

Prestise UI sangat jatuh ketika kalian melakukan aksi kemarin (menolak kedatangan obama) bahkan sampai rusuh dengan polisi. Itu bukan UI, dan bukan tradisi UI sama sekali. Prestise UI sangat terlihat, bahkan ketika sedang demo sebenarnya. Gua pernah ngedenger cerita dari orangtua gua kalo UI turun dijalan itu bergerak dibawah satu komando, bukan turun sendiri sendiri. Dan yang gua denger dari temen gua, UI itu biasanya turun setelah keputusan yang ditetapkan bersama dari pemerintah tidak dilaksanakan. Sungguh sangat prestise sekali mengetahui bahwa UI tidak sembarangan dan asal turun kaya yang terjadi sekarang.

Gua sebagai mahasiswa UI, anak yang telah digembar gemborkan akan prestise UI bahkan sejak pertama kali gua bisa berdiri, merasa idealisme anak UI sekarang adalah palsu. Ga heran masyarakat melihat UI sebagai tempat yang melahirkan akademisi yang bebal nuraninya. UI adalah tempat untuk mengembangkan sifat hedonisme terselubung dan sifat sradak sruduk.

Ayolah kawan, berbuatlah yang lebih baik daripada sekedar demo demo cengeng. Jika kalian ingin turun aksi, pilihlah event yang benar benar bisa dan tepat untuk melakukan turun aksi, bukan kedatangan tamu lantas kalian turun aksi. Toh tamu akan tetap datang dan belum tentu dia akan melihat spanduk spanduk besar yang kalian buat. Kalian hanya masuk tv, tapi tanpa didengar. Beruntunglah kalian kalau kalian hanya ingin masuk tv.

Tulisan gua bukan berarti melarang, tulisan gua berarti menyayangkan. Kalau kalian memang ingin berjuang untuk rakyat, daripada sekedar demo demo lebih baik kalian menyisihkan uang 1000 rupiah perhari dan dirikan usaha, wiraswasta, peminjaman modal bunga lunak atau sejenisnya. Yang penting rakyat bisa dibantu dan bisa dimandirikan. Kalau kalian ingin membela rakyat.

Atau kalian lebih senang demo membawa kamera SLR dan memamerkan gigi berkawat kalian? Pathetic

Komentar

inski mengatakan…
good bro..setuju bangett. ngga penting banget gitu demo yang malah merusak kepentingan umum. malah dijadiin alesan tuh ntar duitnya bukan buat rakyat malah jadi proyek perbaikan fasilitas umum yang dirusak. orang intelek harusnya mecahin masalah pake otak.
jangan cuma meregang otot leher ma kaki...sebeeel banget kalo dah liat demo....
-anwar- mengatakan…
hahaha thx bro. btw situ siapa?

Pos populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)