buka mata, buka hati, buka pikiran

Sorry gua sedang sangat sensitif beberapa minggu ini. Perasaan gua tengah dipermainkan, diombang ambing dan berputar bagai jet coaster. Maaaf buat yang ngerasa kesindir tapi berusahalah open minded dan mengerti perasaan gua. Cukup mengerti aja, paham, selanjutnya lu mau bilang lebay or shitty-fuck lain yang membuktikan ketidakmampuan lu untuk memahami perasaan seseorang.

==================================


"war, kayanya lu terlalu cepet dewasa deh"
"war, lu terlalu banyak mikir"

kata kata diatas udah ga jarang lagi gua denger. Tapi ya begitulah, gua kurang tau ada apa dengan temen temen gua, mereka tau cuma apa yang mereka lihat (ya emang begitu sih semua juga) dan kalo gua boleh sombong, gua tau banyak hal deep down to the ground or up to the sky. Banyak hal yang gua tau lebih dulu sebelum bahkan sempat mereka memikirkannya, dan itu jadi masalah buat gua, karena saat mereka mulai memikirkannya gua cuma makan hati. Mulai dari hal musik, pandangan tentang hidup, cita cita, afeksi seseorang dan bahkan hal yang ga pernah dipikirin.

Kalo menyombongkan diri dan membuat diri keliatan hebat, semua orang bisa. Entah gua yang terlalu rendah hati atau emang orang cuma tau siapa gua, bukan apa yang telah gua lakukan?  Bisa aja gua menyombongkan diri dengan bahasa hiperbola yang sangat wah, tapi suara gua selalu kurang lantang, jadi gua ya diem aja. Liat siapa yang lebih mampu survive dan struggle akan hal itu.

Oke dalam beberapa hal gua sangat kalah, terutama soal membawa suasana. Gua punya gaya becanda yang kering dan kasar, boleh dibilang kaku karena gua ga pinter menimpali omongan. Perilaku sosial gua cenderung menjadi pengamat dan menimpali sewaktu waktu. Gua ga pinter ngebanyol atau membuat tampang lucu (ini emang bukan bakat gua, muka gua nyaris tanpa ekspresi) so dalam hal berbicara gua seringkali kalah. Agak sedikit menyebalkan sih, karena orang cenderung menilai gua "orang yang ditanya setelah tidak ada lagi pembuat keputusan" dan alhasil gua cenderung mengikuti arus dengan setengah hati. Toh pada akhirnya secara tidak kelihatan gua bergerak dibelakang layar (sedikit banyak gua cukup merasa berpengaruh)

Yaaah, kalau mau dijabarkan, banyak banget sebenernya. Orang orang mulai menggunakan cara berpikir yang udah gua pikirkan 2-3 taun lalu, dan cara berpikir gua sekarang mungkin lebih maju beberapa tahun dari mereka, cuma karena cara penyampaian gua yang buruk atau emang kebanyakan orang masih berpikir kekanak kanakan dan sinetronis maka pada akhirnya ya gua diem, mengamati, lalu mengomentari. Diterima bagus, didenger sukur, disalahin ya bodo amat. Biar mereka mempelajari sendiri.

Ya Allah, berikan aku cara penyampaian yang baik.
Ke-Anwaran gua lah yang membuat gua Anwar

Sial banget ga sih? Lu memperkenalkan sebuah lagu, yang oleh orang itu cuma didengerin sepintas. Lalu 3 tahun kemudian orang tersebut menyukai lagu itu dan bilang "Gua pertama kali dikenalin lagu ini sama si X taun lalu" dan oh shit tai banget. Ini udah terjadi sejak gua SMP, bahkan SD. SMA, kuliah, gua pun mengalami hal yang sama. Tai banget ga sih?

Cemburu -___- ga juga sih. Kecewa mungkin. Feel negelected. Toh pada akhirnya lu mendengarkan musik yang pernah gua denger, ngucapin hal yang pernah gua ucapin, dan tai yang lain. Pada akhirnya beberapa orang memikirkan hal yang pernah gua pikirkan, karena penyampaian mereka bagus maka cepat diterima. Hoamm

Ayolah boy, pahami perasaan seorang Anwar. Tidak mau dielu-elukan. Cukup dihargai saja. Karena yang membuat orang dihargai tuh telinganya, baru mulutnya. Sikapnya, baru tindakannya.

Komentar

Pos populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)