inspirated by warawury weh weh weh

"kenapa ya kalo pdkt sama udah jadian baik tapi kalo udah putus bedeuh boro-boro dah" (WTH, 31 feb 2011)


Menurut sudut pandang gua sebagai anwar, dan hasil pengamatan pribadi serta pengalaman pribadi. Ada banak faktor x sebenernya. Hahahahaa tapi gua bakal ngejawab se manusiawi mungkin. But first, baca sampai akhir, dan buka pikiran anda secara objektif, bukan dari sudut pandang pelaku atau korban, atau bahkan orang ke-3 (karena orang ketiga pun bisa jadi subjektif tergantung keerpihakkan) Tapi dari sudut pandang orang ke-4 yang sekedar lewat dan tidak tahu permasalahan sehingga bisa menilai secara jernih dan objektif.


Yah dan pada akhirnya tulisan ini pun ditulis menyesuaikan dengan jaman sekarang dimana hubungan itu diciptakan, bukan terlahir. Hahaha tapi ya read aja dah


Banyak orang bilang lebih seru masa pendekatan daripada pas jadian. Gua ngeliat ini karena saat pendekatan ada spirit untuk mengejar dan passion untuk mendapatkan. Seseorang bakal berusaha mati matian untuk passionnya, tanpa kecuali. Entah passion itu mau beli hp, jalan jalan ke australi, ngebenerin lampu kamar, atau bahkan memiliki pasangan. Is that true? So jangan kaget kalo saat pedekate seseorang menjadi sangat baik, perhatian, dan sangat sangat yang lain. Hal ini bakal berubah setelah terjadi penembakan atau yang lebih menyenangkan kalo gua sebut pelabelan

Penembakan tuh seharusnya menyatakan perasaan kan? Kalo gitu kan cukup bilang "gua sayang sama lu" dan pertanyaan selanjutnya yang mestinya dilontarkan kan seharusnya "apa lu memiliki perasaan yang sama?" bukannya "mau jadi pacar gua ga?". Menurut gua, kalo yang dilontarkan "Mau jadi pacar gua ga?", kalo jawabannya "Mau" maka terjadilah apa yang gua sebut pelabelan, berikutnya menjalani apa yang disebut pacaran. Sedangkan kalo jawabannya "ga" maka yang terjadi berikutnya adalah hubungan akan memburuk, pengejar akan berubah sikap (sedikit banyak berubah, tapi PASTI berubah)


Saat jadian, karena udah ada diatas angin, maka sang pengejar akan melakukan yang seharusnya dilakukan pasangan. (rata rata ya, sejauh hasil pengamatan gua. Mungkin banyak event lain, tapi inget ini SEJAUH PENGAMATAN GUA) 3 bulan pertama adalah "sayang ati ati yaa", 3 bulan berikutnya "ati ati dijalan ya" lalu 3 bulan berikutnya lagi "yoma, ati ati". Apa penyebab perubahan sikap pra pelabelan dan pasca pelabelan ini? Karena tidak semua orang menjadi dirinya sendiri saat melakukan pendekatan! Kenapa dulu tidak menjadi dirinya sendiri aja sih? Kalo terjadi kaya gitu, itu karena yang sekarang anda jalani adalah sesuatu yang diciptakan, bukan terlahir


Setiap orang dinamis toh, lu pun gabisa jadi orang yang sama terus menerus kan? Everybody's changing mamen. Mengertilah itu. Anda, pohon, rumah, bahkan dunia, selalu terjadi perubahan seiring waktu. Kemudian, apakah kita juga akan menerima perubahan dan beradaptasi, atau menolak dan memaksakan? Pernah denger kalimat "kamu ga kaya dulu lagi" Shit meen, semua orang berubah. Atau mungkin pasangan lu bosen pura pura jadi orang lain. Slow aja sih, kalo emang ada sesuatu yang terlahir dari yang kalian jalani, yang terlahir itu ga akan berubah, People may change, but they heart may not. 


Dan segala sesuatu yang dimulai, pasti akan berakhir. Entah putus, hilang, atau bahkan mati. Ada yang namanya titik bosan, dan jika emang ada sesuatu yang terlahir maka titik bosan ini tidak usah dikhawatirkan, ya biarkan saja, toh kalo frontalnya mah "gua sayang lu, dan gua tau lu sayang gua. Lu juga tau gua sayang lu dan mudah mudahan lu juga sayang gua". Santai aja, sejauh jauh ikan salmon pergi, dia akan kembali ke tempat menetasnya meski harus mati. Mending kalo bosen cari penyegaran, daripada dipaksain monoton dan akhirnya frustasi. 


Kenapa tapi kalo udah putus boro boro dah? (maksudnya boro boro baik atau perhatian dll) Misalkan lu pengen beli hape ter-trendy abad ini, lu bakal nabung, ngurangin jajan, dll. Setelah kebeli, apa lu masih melakukan hal demikian? Pas rusak hapenya, apa lu bakal terus make hape rusak, atau ada niatan beli hape baru? analoginya gitu deh

So that's it. Masih banyak sih sebenernya yang mau ditulis, tapi apa boleh buat, tangan udah cape. Hahahaha dan gua pun harus tidur, mau memperbaiki pola hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)