untukmu, semesta

tapi kita tidak pernah tahu,
kita tidak pernah belajar
menggulung rantai dari mata yang sama
terbelit pada kekusutan yang pernah

tapi kita akan sayang, akankah?
tapi kita akan bosan, akankah?
tapi kita akan selalu bosan, akankah?
dan kita akan selalu sayang, akankah?

karena... kemana? entahlah
akankah kita selalu bergairah dan menggairahkan?
akankah kita selalu mengerti dan pengertian?
kita akan selalu sayang dan disayang?

pertanyaan kubuang, seruan kusimpan
gugatan hati, gugatan pikiran
SAMPAH, aku tak peduli!
kita akan melangkah, berlari, meninju dan menampar
bermuda, melayangkan pandang pada dunia
menjadi tua, menggerutu pada semesta
dan mati satu satu, seperti yang telah

senyumku.
untukmu, semesta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)