kebuntuan monotonisme cara berpikir remaja

Yawning. Pagi pagi bangun dan langsung ngetik, hoaaaaammm. Kali ini gua cuma mau ngebahas tentang hidup, another heavy-entry (entri berat maksudnyaaaah hahahahaha). Beruntunglah kita hidup di dunia yang penuh pilihan, dengan berbagai kemungkinan yang bisa kita peroleh dan untungnya kita ga pernah bisa menerka kemungkinan-kemungkinan itu karena masih ada terlalu banyak hal yang gua sebut sebagai faktor x.

Bayangkan kita hidup di dunia dengan kemungkinan yang pasti. Jika kita melakukan A, maka hasilnya B, dan jika C maka D. Jika semua orang mengetahui hasil dari tindakan yang diambilnya adalah pasti, maka orang yang pada akhirnya jadi tukang sapu ga akan memilih untuk meneruskan sekolahnya, pedagang obat ga akan pernah dagang di Bojong kalo di Depok lebih menguntungkan, dan mungkin ibu anda tidak akan menikah dengan ayah anda karena jika menikah dengan orang lain maka akan lebih bahagia, dan efeknya, anda gapernah lahir di dunia.

Lambat laun orang akan kehilangan gairah untuk hidup karena semua langkah yang diambil telah kita ketahui hasilnya dan kita tentu mengambil langkah yang paling baik untuk diri kita masing masing. Mungkin buat orang kaya gua, yang lebih seneng ga memikirkan macem macem dan menjalani aja hidup apa adanya, gua bakal ga memikirkan kemungkinan kemungkinan itu dan melakukan apa yang gua mau lakukan. Hahahaa

Soal gua ga memikirkan kemungkinan-kemungkinan dalam hidup ada benernya juga, tapi bukan berarti gua gapernah mikirin dan mempertimbangkan langkah yang gua ambil. Gua emang gapernah berpikir gua bakal jatoh saat naik motor (kalo ada istilah belum jatuh maka belum jago, pasti gua udah pakar motor banget) atau HP bakal nyemplung kalo gua mandi sambil denger lagu. Hp bakal ilang kalo gua tinggal. Dan lain lain. Gua cuma menikmati apa yang sedang gua lakukan, apapun resikonya yaaa.... terima dan hadapi coy.

Yah, alangkah membosankannya hidup kalo kita terus terusan melakukan hal yang efeknya bagus. Dengan monotonisme seperti itu, suatu saat anda pasti menginginkan terjatuh, penasaran akan rasa jatuh dan bahkan sengaja menjatuhkan diri. Tau perasaan orang yang gabisa merasakan rasa sakit? Yang kalo dia melukai diri pun ga akan terasa apa apa. Suatu saat orang tersebut melukai dirinya sedemikian parah sehingga dia merasakan nyeri di sekujur tubuhnya, dia akan senang. Karena berarti dia normal. Amat manusiawi kan merasakan yang namanya jatuh-bangun-bangkit-terkapar-hidup-mati.

Dan karena gua gatau lagi apa yang mau ditulis setelah barusan diajak ngobrol nyokap (iya, langsung pecah konsentrasi jadi buyar aja yang mau ditulis) maka gua sudahi saja tulisan kali iini.

Cheers :D

Komentar

Pos populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)