tiga wajah manusia

One day ada seseorang yang datang ke gua dengan menampilkan masalah percintaannya. dan karena gua gamau nyeritain disini, maka kita to the point aja pada kesimpulan yang gua tarik pada hari itu juga.

Setiap orang punya 3 wajah. Untuk dunia, dirinya dan perasaannya.

Wajah untuk dunia. Pernah ga lu pura pura depan temen lu? Misalnya dia ngasih hadiah yang sebetulnya lu ga suka, tapi karena lu gamau nyakitin perasaannnya maka lu nerima hadiah itu dan bersikap dengan sangat biasa, bahkan membuat diri lu keliatan seneng. Ini yang namanya wajah untuk dunia. Wajah ini yang paling sering menampilkan kebohongan. Lu suka sama orang, tapi lu takut dijauhin makanya lu pura pura biasa aja sama orang itu. Atau sebel sama orang, ngomongin dibelakangnya tapi selalu bersikap manis depan dia.

Wajah untuk dunia adalah wajah yang ditampilkan ketika kita menemui individu dalam suatu kesempatan. Disaat lu cerita tentang sesuatu hal, lu ga akan pernah menceritakan semuanya. PASTI, ada bagian yang lu simpen untuk diri lu sendiri karena sesuatu hal (atau yang gua lebih seneng bilang faktor x, faktor yang ada tapi baru keliatan setelah terjadi). Entah itu karena takut orang yang lu ceritakan menilai lu buruk, pembohong atau sebagainya, entah karena lu takut orang yang lu ceritakan marah, atau karena hal hal lain yang full of shithole.

Wajah untuk dirinya sendiri. Adalah wajah yang sering muncul saat lu bercermin. Adalah setiap hal yang lu melibatkan cara dan pola pikir di dalamnya. Yang paling sering membohongi perasaan adalah diri sendiri, segala macam good thougths manipulasi agar termotivasi melakukan sesuatu dilahirkan dari wajah yang satu ini.

Saat lu bercermin, lu bakal puas setelah lu merasa keren, tapi perasaan lu bakal ngomong kalo banyak kekurangan dalam penampilan lu. Kenyamanan dilahirkan dari perasaan, lalu dibohongi oleh diri sendiri karena ingin tampil sesuai keadaan,

Wajah untuk perasaan. Adalah wajah yang paling sulit berbohong, dan paling sulit ditampilkan. Adalah wajah yang paling jujur, berupa gugatan hati yang terbesit tiba tiba. Yang melahirkan ungkapan "the truth is rarely pure and it never simple" dari Oscar Wilde. Adalah pemikiran yang paling objektif dan jernih pada sesuatu hal.

Pernah ngalamin melakukan sesuatu untuk seseorang, dimana wajah untuk dunia lu berkata padan orang tersebut "gua ikhlas kok", dan wajah untuk diri lu mengatakan "sial gua mesti begini begini untuk melakukan hal ini" dan wajah untuk perasaan lu mengatakan "gua begini karena gua pengen lu begitu, semoga lu mengerti".

Dan gua gabisa ngasih tips apa-apa. Banyak hal yang disimpen untuk diri sendiri dan sampai mati ga akan ada orang yang tau. Banyak hal yang dilakukan untuk meneruskan kebaikan pada diri lu sendiri, tanpa peduli orang tau atau ngga. Banyak hal yang dilakukan untuk memperbaiki image dan opini.

Banyak orang bilang : perasaan gabisa diboongin. Tapi ada novelis yang bilang "kita gabisa menentukan perasaan kita, tapi kita bisa menentukan apa yang akan kita lakukan pada perasaan kita". Kalo semua orang menuruti perasaannya, mungkin semua orang akan sangat egois, dan harmonisasi dunia yang tercipta dari keegoisan ini berupa dunia yang damai tapi gersang. Pada akhirnya tiap orang harus berusaha menurunkan egonya, karena manusia membutuhkan manusia lain untuk memenuhi egonya.

Maaf meracau -__-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)