seri ujang

I

di tempat yang sama
kenangan milik orang yang sama

ujang muda tangkas dan jenaka
tenaganya tidak terbatas, seringkali menebas
lelah tidak dirasa, hanya sedikit gerah karena panas

menikahi teman kecilnya
merebahkan diri bersama dibawah langit tak bersangga
senyum muda merekah sukacita
bersama hangatnya cinta muda
cinta kekasih muda

ujang terlelap bahagia,
dunia adalah miliknya

II

kenangan milik orang yang sama

"Indra, anak pertama
Kau akan jadi insinyur muda
Kuberikan jiwa dan raga demi indra"

ujang berbisik, airmatanya menitik
istri tersenyum, berpegang tangan di bilik dukun

tak tahu hidup tidak bisa santun kepada kita yang santun
dan
ujang tahu diri

III

ujang sudah mulai tua
nafasnya semakin renta,
badannya juga
dan juga perkakas di tangannya
(yang mungkin untuk bertani)
(yang mungkin lebih tua dari anaknya)
(yang mungkin lebih bermanfaat dari anaknya)

istrinya sudah lama mati, juga hidupnya
anaknya lama pergi, dan pasti sudah lupa

ujang tertidur dibawah langit tua

bertahtakan kemegahan langit
ujang punya segalanya

Komentar

Pos populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)