Last day on earth

Asumsikan bahwa besok adalah hari terakhir bumi, dimana lusa bumi bakal kiamat. Kinda terrifying right? Apa yang bakal lu lakukan?

Well, kalo gua.... Mungkin bakal banyak doa. Lalu meminta maaf kepada semua orang (seperti yang mungkin akan dilakukan semua orang. Bayangkan, berapa ratus maaf yang akan lu terima saat itu), dan banyak menghabiskan waktu sama orangtua. Ngobrol, sujud di kakinya, dan lagi-lagi.. Meminta maaf.

Sebenernya nulis ini gaenak sih. Karena gua jadi membayangkan situasi aslinya.

Diluar itu, mungkin dunia bakal chaos. Orang-orang akan berseliweran di jalan. Yang jauh jadi dekat. Mungkin mereka akan kumpul di lapangan dan menangis, meratapi dosa-dosa mereka. Beberapa orang mungkin akan menganggap bahwa hari itu semua dosa dihalalkan dan mereka bertindak sesukanya. Beberapa lagi mungkin akan sangat ketakutan dan memojokkan diri di sudut ruangan, berselimut, menangis, dan gemetar. Mereka ga memikirkan kapan terakhir kali mereka makan, lagu apa yang jadi lagu kesukaan. I believe most people will be terrified.

Pasti ada sih, yang melalui hari terakhir bumi dengan pesta pora dan senang senang.

Kemudia gua jadi mikir. Apakah hari terakhir lebih baik dihabiskan dengan bersenang-senang? APakah dengan meratapi dosa-dosa dan berharap diampuni? Di hari itu kemungkinan pintu taubat sudah tertutup. Dan apalah yang akan jadi penolong kita saat itu.

Ya, mungkin yang seharusnya dilakukan adalah soal hal-hal yang membuatmu bahagia. Ngobrol dengan keluarga, tertawa lepas, obrolan apapun selama itu berlanjut dan bermutu, itu membahagiakan buat gua.

Wallahualam.

Komentar

Pos populer dari blog ini

tentang horor di smanti

beberapa alasan saya melepas UI

mengenal ksatria zaman medieval (pertengahan)